Kerjasama Ekonomi Indonesia – Meksiko : Perang Dagang AS-RRT Menjadi Salah Satu PeluangTerobosan

doc. KBRI Mexico City

Meksiko City- Walaupun ekonomi global telah sangat terpengaruh oleh perangdagang Amerika Serikat(AS) – Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan dampak pandemi Covid-19, Indonesia tetap optimis bahwa selalu ada peluang di saat-saat sulit. Peluang ini dapat termanfaatkan jika ada komitmen kerjasama erat untuk mengelola segala potensi. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Duta Besar Ngurah Swajaya pada webinar ekonomi ketiga yang diselenggarakan oleh KBRI Mexico City pada tanggal 29 September 2020, yang kali ini mengambil judul “Current Trade Relations between the United States and China: Opportunities for Indonesia and Mexico“.

Perseteruan AS-RRT sebagai dampak penerapan kebijakan tarif yang tidak seimbang dalam perdagangan kedua negara justru membuka terobosan besar untuk merebut peluang relokasi industri, diversifikasi pasar dan mengisi suplai barang dan jasa global yang terdampak oleh situasi tersebut. Peluang inilah yang bisa digarap bersama oleh Indonesia dan Meksiko, melalui berbagai jaringan kerjasama regional yang dimiliki kedua negara, antara lain CPTPP dan USMCA (Meksiko) serta ASEAN-China FTA dan RCEP yang tengah difinalisasi oleh Indonesia.  Kedua negara juga dapat memanfaatkan kolaborasi melalui Pacific Alliance, demikian lanjut Dubes Ngurah Swajaya.

Diskusi virtual yang diadakan bersama oleh KBRI Mexico City dan RED Procex (Asosiasi Pengusaha Meksiko) menghadirkan narasumber Luis Godoy Rueda, Direktur Jenderal Global Economic Intelligence Unit Kementerian Ekonomi Meksiko; Julio Rodriguez Trigueros, Presiden RED Procex; Dr. Carlos Heredia Zubieta, Dosen di Pusat Pendidikan dan Penelitian Ekonomi (CIDE); dan Dr. Santo Darmosumarto, Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri RI.  Webinar dipandu oleh Konsul Kehormatan RI di kota Guadalajara, Miguel Angel Lares.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Dirjen Amerika dan Eropa, Kemlu RI, secara umum para pembicara sepakat bahwa Meksiko mempunyai keistimewaan akses terhadap pasar Kawasan Amerika Utara melalui USMCA. Sementara itu Indonesia sebagai salah satu negara yang mempunyai pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia dan berada di kawasan paling dinamis di dunia diyakini dapat memberikan kontribusi dalam upaya Meksiko memenuhi kebutuhan pasar Amerika Utara dimaksud.

Sebanyak 140 orang pelakuusaha Meksiko berpartisipasi secara aktif pada webinar ini. Webinar yang dijadwalkan berlangsung 2,5 jam diperpanjang menjadi lebih dari 3 jam dikarenakan banyaknya pertanyaan dari peserta.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan KBRI Mexico City untuk menayangkan video promosi tentang the 2nd Indonesia – Latin America and the Caribbeans (INA-LAC) Business Forum dan Trade Expo Indonesia 2020 yang dapat diikuti secara virtual oleh pelaku usaha Meksiko pada November mendatang. (KBRI Mexico City)

 

 

Check Also

Webinar, Relaciones Comerciales Actuales entre Estados Unidos y China: Oportunidades para México e Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − 4 =