Priyo Iswanto Dubes RI untuk Kolombia : “Kita sedang menghadapi situasi oxímoron”

Bogota, 19/20Oktober 2020, Duta Besar Republik Indonesia, Priyo Iswanto, telah memberikan pencerahan kepada ratusan wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada acara wisuda ke-97 di universitas tersebut dengan menekankan pada pentingnya generasi muda berpikir cerdas, bertindak cepat, dan kerja keras dalam menghadapi tantangan globalisasi. Untuk mewujudkan tiga hal tersebut perlu dibangun semangat untuk membuat kemajuan, meningkatkan kewirausahaan, bertindak lokal berpikiran global. Banyak best practices di luarnegeri yang dapat menginspirasi bagi wisudawan yang mayoritas merupakan generasi meilennial dan Gen-Z. Di hadapan Rektor, Senat UMM, dan seluruh sivitas akademika, Duta Besar Priyo Iswanto menekankan pentingnya masyarakat kampus memanfaatkan keberadaan seluruh Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri sebagai pintu untuk mendapatkan informasi tentang best practices yang ada di negara sahabat.

Selalu menambah wawasan adalah kunci agar kita mengetahui diri kita berada di mana, apakah orang lain lebih baik dari kita atau sebaliknya, dan dengan wawasan demikan generasi muda dapat melihat jauh ke depan, menjangkau mengambil kesempatan yang ada di tempat lain sehingga tidak mudah membiarkan orang lain menjangkau kita terlebih dahulu dan mengambil kesempatan yang ada di sekitar kita. Boleh jadi kita tinggal di desa tetapi karena wawasan yang luas kita bisa menguasai dunia dengan karya kita, demikian tambah Dubes Priyo Iswanto kepada wisudawan. Dubes PriyoIswanto juga mengingatkan kepada generasi muda yang saat ini menghadapi situasi oxímoron, yaitu dua situasi yang bertentangan, bahwa di satu sisi sedang menuju humanisme digital dimana peran manusia digantikan oleh mesin otomatisasi, robot, artificial intelligence, dan aplikasi cerdas namun di sisi lain agar tetap mempertahankan nilai-nilai humanisme tradicional karena kemajuan yang hendak dicapai pada hakikatnya adalah kemajuan yang menyentuh nilai-nilai kemanusiaan, bukan hanya sekedar maju yang bertumpu pada ilmu dan pengetahuan.

Secara terpisah Dubes Priyo Iswanto menyampaikan bahwa memberikan orasi ilmiah dan kuliah umum oleh duta besar di kampus-kampus merupakan kontribusi Perwakilan Republik Indonesia untuk berbagi informasi penting kepada masyarakat kampus di Indonesia yang dapat memberikan inspirasi kepada dunia kampus dan generasi muda.

 

 

 

Check Also

Betang, la Casa Alarga de Saham, Borneo

Sahapm o en muchas ocaciones se escribe Saham, es un pueblo pequeno que se encuentra …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *